<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kimia Analisa &#187; Teori Dasar Titrasi</title>
	<atom:link href="http://kimiaanalisa.web.id/category/tools/teori-dasar-titrasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kimiaanalisa.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Jul 2011 09:48:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Peralatan Titrasi</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/peralatan-titrasi/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/peralatan-titrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 22:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Dasar Titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[buret dan statis]]></category>
		<category><![CDATA[dan karet penghisap.]]></category>
		<category><![CDATA[erlenmeyer]]></category>
		<category><![CDATA[gelas arloji]]></category>
		<category><![CDATA[labu ukur]]></category>
		<category><![CDATA[pipet tetes]]></category>
		<category><![CDATA[pipet ukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Agar kamu lebih mudah melakukkan titrasi maka sebaiknya kamu lebih familier dengan berbagai macam alat yang akan dipergunakan untuk titrasi. Dengan mengetahui fungsi daripada alat-alat tersebut maka diharapkan kamu bisa melakukkan dan menggunakan alat tersebut untuk keperluan titrasi yang lebih akurat. Sebagai contoh pada waktu menimbang zat yang dipakai untuk larutan standar biasanya para siswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agar kamu lebih mudah melakukkan <a title="titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/ ">titrasi</a> maka sebaiknya kamu lebih familier dengan berbagai macam alat yang akan dipergunakan untuk titrasi. Dengan mengetahui fungsi daripada alat-alat tersebut maka diharapkan kamu bisa melakukkan dan menggunakan alat tersebut untuk keperluan titrasi yang lebih akurat.</p>
<p>Sebagai contoh pada waktu menimbang zat yang dipakai untuk <a title="larutan standar" href="http://kimiaanalisa.web.id/bagaimana-membuat-larutan-standar/ ">larutan standar </a>biasanya para siswa ada yang menggunakan alas berupa kertas, padahal hal ini tidak boleh dilakukan, kamu bisa menggunakan gelas arloji sebagai alas untuk menimbang zat tersebut. Dengan demikian perhitungan akan menjadi lebih presisi.</p>
<p>Peralatan yang umum dipakai untuk keperluan titrasi adalah buret dan statis, erlenmeyer, labu ukur, pipet ukur, gelas arloji, pipet tetes, dan karet penghisap.</p>
<table border="1" width="400">
<tbody>
<tr>
<td width="135">
<div><strong>Gambar Alat </strong></div>
</td>
<td width="249">
<div><strong>Nama &amp; Fungsi </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.belajarkimia.com/images/buretdanstatis.jpg" alt="" width="200" height="200" /></div>
</td>
<td>
<p align="center"><strong>Buret Dan Statis</strong></p>
<p>Buret dipakai sebagai tempat titran, biasanya yang dipakai adalah buret dengan volume 50 mL. Skala 0 ada dibagian atas dan 50 ada di bawah. Statis dipakai untuk menahan buret (meletakkan buret) pada waktu titrasi.</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.belajarkimia.com/images/erlenmeyer.jpg" alt="" width="200" height="200" align="center" /></div>
</td>
<td>
<div><strong>Erlenmeyer</strong></p>
<p>Erlenmeyer dipakai untuk meletakkan analit. Biasa yang dipergunakan untuk titrasi adalah ukuran 250 mL agar mudah dipegang dang lebih mudah melihat analit.</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.belajarkimia.com/images/pipetukur.jpg" alt="" width="200" height="200" align="center" /></div>
</td>
<td>
<p align="center"><strong>Pipet Ukur</strong></p>
<p>Untuk mengambil analit dengan volume tertentu misal 10, atau 25 mL maka gunakan pipet ukur, jangan menggunakan gelas ukur karena pipet ukur lebih presisi. Pipet ukur tersedia dalam banyak ukuran.</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.belajarkimia.com/images/labuukur.JPG" alt="" width="200" height="200" align="center" /></div>
</td>
<td>
<div><strong>Labu Ukur</strong></p>
<p>Alat ini dipakai untuk membuat larutan standar dengan volume tertentu misalnya 10, 25, 50 mL. Jangan gunakan beaker glass untuk membuat larutan standar sebab labu ukur lebih presisi.</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.belajarkimia.com/images/pipettetes.jpg" alt="" width="200" height="200" align="center" /></div>
</td>
<td>
<div><strong>Pipet Tetes</strong></p>
<p>Pipet tetes biasanya dipakai untuk mengambil indikator yang akan digunakan pada waktu titrasi.</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.belajarkimia.com/images/gelasarloji.jpg" alt="" width="200" height="200" align="center" /></div>
</td>
<td>
<div><strong>Gelas Arloji</strong></p>
<p>Untuk alas pada waktu menimbang zat kimia (zat untuk larutan standar) maka jangan mengunakan kertas akan tetapi Anda harus meggunakan gelas arloji.</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.belajarkimia.com/images/karetpenghisap.jpg" alt="" width="200" height="200" align="center" /></div>
</td>
<td>
<div><strong>Karet Penghisap</strong></p>
<p>Gunakan karet penghisap untuk mengambil analit pada waktu Anda menggunakan pipet ukur. Jika analitnya tergolong zat yang tak berbahaya Anda bisa menghisapnya dengan mulut.</p></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>Labu ukur</li><li>kaca arloji kimia</li><li>gelas arloji kimia</li><li>alat titrasi</li><li>fungsi buret</li><li>pipet volume</li><li>gambar alat kimia</li><li>gambar pipet ukur</li><li>gelas ukur</li><li>gambar gelas arloji</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/peralatan-titrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bilangan Titer</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/bilangan-titer/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/bilangan-titer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 05:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Dasar Titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[bilangan titer]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[soal titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[titer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Apabila nantinya kamu menjadi staff laboratorium atau apa aja yang kerjanya sering di laboratorium dan kamu sering melakukan titrasi dengan titran dan analit yang sama, maka ada baiknya kamu menentukan “titer” agar perhitungan kamu menjadi lebih mudah dan cepat. Titer didefinisikan sebagai: Berat analit (biasanya dalam satuan milligram) yang akan bereaksi dengan 1 mL titran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila nantinya kamu menjadi staff laboratorium atau apa aja yang kerjanya sering di laboratorium dan kamu sering melakukan <a title="definisi titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/">titrasi</a> dengan <a title="titran dan analit" href="http://kimiaanalisa.web.id/syarat-memilih-titran-dan-analit-untuk-titrasi/">titran dan analit </a>yang sama, maka ada baiknya kamu menentukan “titer” agar perhitungan kamu menjadi lebih mudah dan cepat.</p>
<p>Titer didefinisikan sebagai:</p>
<blockquote><p><strong><span style="color: #800000;">Berat analit (biasanya dalam satuan milligram) yang akan bereaksi dengan 1 mL titran</span></strong></p></blockquote>
<p>Sebagai contoh bila larutan natrium hidroksida NaOH memiliki titer 3,65 mg HCl maka artinya tiap 1 mL larutan standar NaOH yang anda gunakan untuk menitrasi HCl akan tepat bereaksi dengan 3,65 mg HCl. Jika titrasi memerlukan 5 mL NaOH maka HCl yang bereaksi adalah 18,25 mg.</p>
<p>Satuan titer dapat kita ganti dengan berbagai macam satuan tergantung keperluan kita seperti gram, atau mol dan sebagainya. Besar kecilnya nilai titer tergantung pada besar konsentrasi larutan standar. Titer 0,1 N NaOH  dan 0,2 N NaOH terhadap HCl diatas tentu saja berbeda, jadi besarnya titer tergantung pada berapa konsentrasi larutan standar yang kita gunakan sehari-hari. Tentu saja penggunaan istilah titer hanya untuk nilai kepraktisan dalam perhitungan titrasi.</p>
<p>Untuk melihat berbagai macam soal tentang titer kamu dapat melihatnya disini.</p>
<ul>
<li><a href="http://kimiaanalisa.web.id/mencari-nilai-titer-agno3-dalam-bentuk-mg-brml/">Mencari Nilai Titer AgNO3 dalam Bentuk mg Br/mL</a></li>
<li><a href="http://kimiaanalisa.web.id/menentukan-bilangan-titer-k2cr2o7-dalam-bentuk-fe3o4/">Menentukan Bilangan Titer K2Cr2O7 Dalam Bentuk Fe3O4</a></li>
<li><a href="http://kimiaanalisa.web.id/mencari-nilai-titer-edta-dalam-bentuk-bao/">Mencari Nilai Titer EDTA dalam Bentuk BaO</a></li>
</ul>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>titer adalah</li><li>titer dalam kimia</li><li>titrasi cerimetri</li><li>titer dan titran</li><li>pengertian titran dalam kimia</li><li>pengertian analit titran titer</li><li>titran adalah titer adalah</li><li>titer dan titran adalah</li><li>satuan titer</li><li>pengertian titran titre</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/bilangan-titer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klasifikasi Metode Analisis Volumetri</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/klasifikasi-metode-analisis-volumetri/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/klasifikasi-metode-analisis-volumetri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 16:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Dasar Titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Titrasi Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[Titrasi Kompleksometri]]></category>
		<category><![CDATA[Titrasi Pengendapan]]></category>
		<category><![CDATA[Titrasi Redoks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Titrasi ada kalanya orang menyebut sebagai metode volumetric, hal ini disebabkan pengukuran volume larutan dalam titrasi memegang peranan yang penting. Dari pengambilan analit dengan volume tertentu hingga pembacaan volume titran yang habis dipakai untuk titrasi mempengaruhi semua hasil analisis. Oleh sebab itu penggunaan peralatan yang tepat dalam titrasi juga tidak boleh disepelekan. Metode Volumetri dibedakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="definisi titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/"><img class="alignleft size-full wp-image-25" title="macammacamtitrasi" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/08/macammacamtitrasi.jpg" alt="macammacamtitrasi" hspace="10" vspace="10" width="225" height="300" />Titrasi </a>ada kalanya orang menyebut sebagai metode volumetric, hal ini disebabkan pengukuran volume larutan dalam titrasi memegang peranan yang penting. Dari pengambilan analit dengan volume tertentu hingga pembacaan volume titran yang habis dipakai untuk titrasi mempengaruhi semua hasil analisis. Oleh sebab itu <a title="peralatan titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/peralatan-titrasi/">penggunaan peralatan </a>yang tepat dalam titrasi juga tidak boleh disepelekan.</p>
<p>Metode Volumetri dibedakan atas jenis-jenis reaksi yang terlibat antara titran dan analit yaitu:</p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #800000;">Asam-Basa</span></strong>. Terdapat banyak senyawa asam dan basa yang dapat ditentukan secara titrasi. Baik asam kuat atau basa kuat, titik akhir titrasipun sangat mudah diamati dengan penggunaan indicator asam basa seperti fenolphtalein (PP), metal merah, metal orange, dan lainnya. Pada saat titik equivalent diperoleh maka larutan bersifat netral akan tetapi dengan penambahan sedikit titran untuk mencapai titik akhir titrasi maka cukup untuk mengubah warna indicator asam basa. Cara lain adalah dengan menggunakan pHmeter. Asam lemah dan basa lemah juga dapat dititrasi begitu juga dengan asam organic yang dititrasi dengan pelarut non-air.</li>
<li><strong><span style="color: #800000;">Reduksi-Oksidasi</span></strong> . Zat yang bersifat oksidator seperti KMnO4, K2CrO4, I2, dan zat yang bersifat reduktor seperti H2C2O4, Fe2+, Sn2+ dapat ditentukan dengan metode titrasi ini. Reaksi redoks terlibat saat titran dan analit bereaksi. Beberapa metode titrasi redoks tidak membutuhkan indicator untuk melihat titik akhir titrasi seperti titrasi antara KMnO4 dan H2C2O4 disebabkan KMnO4 itu sendiri sudah berwarna. Amylum biasanya dipakai untuk titrasi yang melibatkan I2.</li>
<li><strong><span style="color: #800000;">Kompleksometri</span></strong>. Reaksi pembentukan kompleks antara EDTA dan ion logam mendasari metode ini. EDTA merupakan jenis titrant yang banyak dipakai untuk titrasi kompleksometri dan bereaksi dengan banyak logam, reaksinyapun dapat dikontrol dengan mengontrol pH larutan.</li>
<li><strong><span style="color: #800000;">Pengendapan</span></strong>. Reaksi pembentukan endapan menjadi dasar metode ini. Titran dan analit bereaksi membentuk endapan seperti penentuan ion klorida dengan menggunakan titran AgNO3. Indikator dapat digunakan untuk menentukan titik akhir titrasi misalnya K2CrO4 untuk titrasi yang menggunakan titran perak nitrat.</li>
</ul>
<p>Sumber gambar: www.sxc.hu</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>volumetri</li><li>analisis volumetri</li><li>titrasi volumetri</li><li>metode volumetri</li><li>titrasi asam basa volumetri</li><li>analisis volumetri asam basa</li><li>alat-alat titrasi</li><li>analisis volumetri adalah</li><li>dasar teori volumetri</li><li>metode analisis kimia</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/klasifikasi-metode-analisis-volumetri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Membuat Larutan Standar?</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/bagaimana-membuat-larutan-standar/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/bagaimana-membuat-larutan-standar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 23:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Dasar Titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[cara membuat larutan standar primer]]></category>
		<category><![CDATA[contoh standar primer]]></category>
		<category><![CDATA[larutan standar]]></category>
		<category><![CDATA[larutan standar primer]]></category>
		<category><![CDATA[larutan standar sekunder]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Larutan standar dalam titrasi memegang peranan yang amat penting, hal ini disebabkan larutan ini telah diketahui konsentrasi secara pasti (artinya konsentrasi larutan standar adalah tepat dan akurat). Larutan standar merupakan istilah kimia yang menunjukkan bahwa suatu larutan telah diketahui konsentrasinya. Terdapat dua macam larutan standar yaitu larutan standar primer dan larutan standar sekunder. Larutan standar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-20" title="standarprimer" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/08/standarprimer.JPG" alt="standarprimer" hspace="10" vspace="10" width="300" height="200" />Larutan standar dalam<a title="definisi titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/"> titrasi </a>memegang peranan yang amat penting, hal ini disebabkan larutan ini telah diketahui konsentrasi secara pasti (artinya konsentrasi larutan standar adalah tepat dan akurat). Larutan standar merupakan istilah kimia yang menunjukkan bahwa suatu larutan telah diketahui konsentrasinya.</p>
<p>Terdapat dua macam larutan standar yaitu larutan standar primer dan larutan standar sekunder.</p>
<blockquote><p><strong><span style="color: #000080;">Larutan standar primer adalah larutan standar yang konsentrasinya diperoleh dengan cara menimbang. </span></strong></p></blockquote>
<p>Contoh senyawa yang dapat dipakai untuk standar primer adalah:</p>
<ul>
<li>Arsen trioksida (As2O3) dipakai untuk membuat larutan natrium arsenit NaASO2 yang dipakai untuk menstandarisasi larutan natrium periodat NaIO4, larutan iodine I2, dan cerium (IV) sulfat Ce(SO4)2.</li>
<li>Asam bensoat dipakai untuk menstandarisasi larutan natrium etanolat, isopropanol atau DMF.</li>
<li>Kalium bromat KBrO3 untuk menstandarisasi larutan natrium tiosulfat Na2S2O3.</li>
<li>Kalium hydrogen phtalat (KHP) dipakai untuk menstandarisasi larutan asam perklorat dan asam asetat.</li>
<li>Natrium Karbonat dipakai untuk standarisasi larutan H2SO4, HCl dan HNO3.</li>
<li>Natrium klorida (NaCl) untuk menstandarisasi larutan AgNO3</li>
<li>Asam sulfanilik (4-aminobenzene sulfonic acid) dipakai untuk standarisasi larutan natrium nitrit.</li>
</ul>
<p>As2O3, asam bensoat, KBrO3, KHP, Na2CO3, NaCl, dan asam sulfanilik diatas adalah standar primer jadi senyawa ini ditimbang dengan berat tertentu kemudian dilarutkan dalam aquades dengan volume tertentu untuk didapatkan larutan standar primer.</p>
<blockquote><p><strong><span style="color: #000080;">Larutan standar sekunder adalah larutan yang konsentrasinya diperoleh dengan cara mentitrasi dengan larutan standar primer.</span></strong></p></blockquote>
<p>NaOH tidak dapat dipakai untuk standar primer disebabkan NaOH bersifat higroskopis oleh sebab itu maka NaOH harus dititrasi dahulu dengan KHP agar dapat dipakai sebagai standar primer. Begitu juga dengan H2SO4 dan HCl tidak bisa dipakai sebagai standar primer, supaya menjadi standar sekunder maka larutan ini dapat dititrasi dengan larutan standar primer NaCO3.</p>
<p><strong><span style="color: #000080;">Syarat senyawa yang dapat dijadikan standar primer:</span></strong></p>
<ol>
<li>Memiliki kemurnian 100%</li>
<li>Bersifat stabil pada suhu kamar dan stabil pada suhu pemanasan (pengeringan) disebabkan standar primer biasanya dipanaskan dahulu sebelum ditimbang.</li>
<li>Mudah didapatkan (tersedia diaman-mana).</li>
<li>Memiliki berat molekul yang tinggi (MR), hal ini untuk menghindari kesalahan relative pada saat menimbang. Menimbang dengan berat yang besar akan lebih mudah dan memiliki kesalahan yang kecil dibandingkan dengan menimbang sejumlah kecil zat tertentu.</li>
<li>Harus memenuhi kriteria <a title="syarat titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/syarat-memilih-titran-dan-analit-untuk-titrasi">syarat-syarat titrasi</a>.</li>
</ol>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>larutan standar</li><li>membuat larutan</li><li>standarisasi larutan</li><li>larutan standar primer dan sekunder</li><li>pembuatan larutan</li><li>larutan baku sekunder</li><li>larutan standar primer adalah</li><li>pembuatan larutan standar</li><li>cara membuat larutan standar</li><li>Pembuatan larutan baku</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/bagaimana-membuat-larutan-standar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat Memilih Titran dan Analit Untuk Titrasi</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/syarat-memilih-titran-dan-analit-untuk-titrasi/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/syarat-memilih-titran-dan-analit-untuk-titrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 23:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Dasar Titrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang telah kita ketahui dalam titrasi senyawa yang tidak diketahui konsentrasinya (analit) dititrasi dengan larutan standar (titran) sampai diperoleh titik akhir titrasi. Karena titran sudah diketahui konsentrasinya maka kita dapat menghitung konsentrasi larutan analit dengan mudah. Tidak semua zat/senyawa yang ada dalam bentuk larutannya dapat ditentukan dengan metode titrasi. Terdapat beberap hal (syarat) agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-17" title="caratitrasi" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/08/caratitrasi.JPG" alt="caratitrasi" hspace="10" vspace="10" width="191" height="263" />Seperti yang telah kita ketahui dalam <a title="definisi titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/">titrasi</a> senyawa yang tidak diketahui konsentrasinya (analit) dititrasi dengan larutan standar (titran) sampai diperoleh titik akhir titrasi. Karena titran sudah diketahui konsentrasinya maka kita dapat menghitung konsentrasi larutan analit dengan mudah.</p>
<p>Tidak semua zat/senyawa yang ada dalam bentuk larutannya dapat ditentukan dengan metode titrasi. Terdapat beberap hal (syarat) agar kita dapat menentukan sesuatu dengan cara titrasi. Syarat-syarat tersebut adalah:</p>
<ol>
<li>Reaksi antara titran dengan analit harus stoikiometri. Artinya reaksi keduanya dapat ditulis dalam persamaan reaksi yang telah diketahui dengan pasti. Jadi produk reaksi antara titran dan analit diketahui secara pasti sehingga kita dapat menulis dan menyetarakan reaksinya. Sebagai contoh reaksi antara HCl dengan KOH dapat ditulis secara pasti sebagai berikut:
<p>HCl + KOH -&gt; KCl + H2O</li>
<li>Reaksi antara titran dan analit harus berlangsung dengan cepat, hall ini untuk memastikan proses titrasi cepat berlangsung dan titik equivalent cepat diketahui.</li>
<li>Tidak ada reaksi lain yang mengganggu reaksi antara titran dan analit. Bila ada zat-zat pengganggu maka zat tersebut harus dihilangkan. Sebagai contoh bila kita melakukan titrasi asam asetat dengan NaOH maka tidak boleh ada asam lain seperti H2SO4 yang nantinya akan mengganggu reaksi antara asam asetat dan NaOH</li>
<li>Bila reaksi antara titran dengan analit telah berjalan dengan sempurna (artinya titran dan analit sama-sama habis bereaksi) maka harus ada sesuatu yang dapat dipergunakan untuk penanda keadaan ini. Perubahan ini bisa berupa berubahnya warna larutan, perubahan arus listrik, ataupun perubahan sifat fisik larutan yang lain. Perubahan ini dalam titrasi asam basa bisa dipergunakan indicator tapi yang perlu diingat jarak antara titik akhir titrasi dengan titik equivalent harus berdekatan.</li>
<li>Kesetimbangan reaksi harus mengarah jauh ke pembentukan produk sehingga dapat diukur secara kuantitatif. Bila reaksi tidak mengarah jauh ke pembentukan produk maka akan sulit untuk menentukan titik akhir titrasi.</li>
</ol>
<p>Itulah syarat-syarat analit yang harus diperhatikan bila kita melakukan berbagai macam jenis titrasi ataupun memilih zat untuk dijadikan sebagai larutan standar.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>titran</li><li>analit</li><li>syarat titrasi</li><li>gambar titrasi</li><li>konsentrasi larutan</li><li>SYARAT-SYARAT TITRASI</li><li>analit adalah</li><li>syarat titran</li><li>kriteria analit titrasi serimetri</li><li>cara penentuan titran untuk titrasi</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/syarat-memilih-titran-dan-analit-untuk-titrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Titrasi?</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 23:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Dasar Titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[alat titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[definisi titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[metode titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[rumus titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[titrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari titrasi amatlah penting bagi mahasiswa yang mengambil jurusan kimia dan bidang-bidang yang berhubungan dengannya. Titrasi sampai sekarang masih banyak dipakai di laboratorium industri disebabkan teknik ini cepat dan tidak membutuhkan banyak reagen. Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu, dimana penentuannya menggunakan suatu larutan standar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-14" title="titrasi" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/08/titrasi.gif" alt="titrasi" hspace="10" vspace="10" width="200" height="300" />Mempelajari titrasi amatlah penting bagi mahasiswa yang mengambil jurusan kimia dan bidang-bidang yang berhubungan dengannya. Titrasi sampai sekarang masih banyak dipakai di laboratorium industri disebabkan teknik ini cepat dan tidak membutuhkan banyak reagen.</p>
<p>Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu, dimana penentuannya menggunakan suatu <a title="larutan standar" href="http://kimiaanalisa.web.id/bagaimana-membuat-larutan-standar">larutan standar </a>yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat.  Pengukuran volume dalam titrasi memegang peranan yang amat penting sehingga ada kalanya sampai saat ini banyak orang yang menyebut titrasi dengan nama analisis volumetri.</p>
<p>Larutan yang dipergunakan untuk penentuan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di dalam buret (lihat gambar) dan larutan ini disebut sebagai larutan standar atau titran atau titrator, sedangkan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di Erlenmeyer (lihat gambar) dan larutan ini disebut sebagai analit.</p>
<p>Titran ditambahkan sedikit demi sedikit pada analit sampai diperoleh keadaan dimana titran bereaksi secara equivalen dengan analit, artinya semua titran habis bereaksi dengan analit keadaan ini disebut sebagai titik equivalen.</p>
<p>Mungkin kamu bertanya apabila kita menggunakan dua buah larutan yang tidak bewarna seperti H2SO4 dan NaOH dalam titrasi, bagaimana kita bisa menentukan titik equivalent?</p>
<p>Titik equivalent dapat ditentukan dengan berbagai macam cara, cara yang umum adalah dengan menggunakan indicator. Indikator akan berubah warna dengan adanya penambahan sedikit mungkin titran, dengan cara ini maka kita dapat langsung menghentikan proses titrasi.</p>
<p>Sebagai contoh titrasi H2SO4 dengan NaOH digunakan indicator fenolpthalein (pp). Bila semua larutan H2SO4 telah habis bereaksi dengan NaOH maka adanya penambahan sedikit mungkin NaOH larutan akan berubah warna menjadi merah mudah. Bila telah terjadi hal yang demikian maka titrasi pun kita hentikan.</p>
<p>Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan adanya berubahan warna indicator disebut sebagai titik akhit titrasi. Titrasi yang bagus memiliki titik equivalent yang berdekatan dengan titik akhir titrasi dan kalau bisa sama.</p>
<p>Perhitungan titrasi didasarkan pada rumus:</p>
<p style="text-align: center;">V.N titran = V.N analit</p>
<p>Dimana V adalah volume dan N adalah normalitas. Kita tidak menggunakan molaritas (M) disebabkan dalam keadaan reaksi yang telah berjalan sempurna (reagen sama-sama habis bereaksi) yang sama adalah mol-equivalen bukan mol. Mol-equivalen dihasilkan dari perkalian normalitas dengan volume.</p>
<p>Tidak semua zat bisa ditentukan dengan cara titrasi akan tetapi kita harus memperhatikan <a title="syarat titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/syarat-memilih-titran-dan-analit-untuk-titrasi">syarat-syarat titrasi</a> untuk mengetahui zat apa saja yang dapat ditentukan dengan metode titrasi untuk <a title="jenis titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/jenis-titrasi">berbagai jenis titrasi</a> yang ada. Mengenal berbagai macam <a title="peralatan titrasi" href="http://kimiaanalisa.web.id/peralatan-titrasi ">peralatan yang dipergunakan dalam titrasipun</a> sangat berguna agar kita mahir melakukan teknik titrasi.</p>
<p>Sumber gambar : answer.com</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>titrasi</li><li>analisa volumetri</li><li>dasar teori titrasi</li><li>proses titrasi</li><li>teori titrasi</li><li>titrasi kimia</li><li>cara titrasi</li><li>macam-macam indikator titrasi</li><li>pengertian titrasi pengendapan</li><li>teori dasar titrasi</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

