<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kimia Analisa &#187; Titrasi Asam Basa</title>
	<atom:link href="http://kimiaanalisa.web.id/category/teori-kimia-analisa/titrasi-asam-basa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kimiaanalisa.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Jul 2011 09:48:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Titrasi Asam Basa: Basa Lemah Vs Asam Kuat</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-basa-lemah-vs-asam-kuat/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-basa-lemah-vs-asam-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 13:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titrasi Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[kurva titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[titrasi asam kuat vs basa lemah]]></category>
		<category><![CDATA[titrasi NH4OH dan HCl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Titrasi basa lemah dan asam kuat adalah analog dengan titrasi asam lemah dengan basa kuat, akan tetapi kurva yang terbentuk adalah cerminan dari kurva titrasi asam lemah vs basa kuat. Sebagai contoh disini adalah titrasi 0,1 M NH4OH 25 mL dengan 0,1 HCl 25 mL dimana reaksinya dapat ditulis sebagai: NH4OH  +  HCl  -&#62;  NH4Cl  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa ">Titrasi</a> basa lemah dan asam kuat adalah analog dengan <a href="http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-asam-lemah-vs-basa-kuat/ ">titrasi asam lemah dengan basa kuat</a>, akan tetapi kurva yang terbentuk adalah cerminan dari kurva titrasi asam lemah vs basa kuat. Sebagai contoh disini adalah <a href="http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/ ">titrasi</a> 0,1 M NH4OH 25 mL dengan 0,1 HCl 25 mL dimana reaksinya dapat ditulis sebagai:</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>NH4OH  +  HCl  -&gt;  NH4Cl  + H2O</strong></span></p>
<p>Kurva titrasinya dapat ditulis sebagai berikut:</p>
<div id="attachment_68" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><img class="size-full wp-image-68" title="titrasibasalemahvsasamkuat" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/titrasibasalemahvsasamkuat.JPG" alt="Kurva titrasi 0,1 M NH4OH dengan 0,1 M HCl" width="430" height="285" /><p class="wp-caption-text">Kurva titrasi 0,1 M NH4OH dengan 0,1 M HCl</p></div>
<p>Pada awal titrasi dalam Erlenmeyer hanya terdapat NH4OH, karena NH4OH adalah basa lemah maka tidak semua akan terionisasi untuk mencari pH nya maka kita gunakan rumus:</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-69" title="rumusphbasalemah" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/rumusphbasalemah.JPG" alt="rumusphbasalemah" width="192" height="53" /></p>
<p>[OH-] = (10exp-5 x 0,1 )exp1/2</p>
<p>[OH-] = 10-3 M</p>
<p>pH = 11</p>
<p>Setelah titrasi berlangsung maka akan terbentuk sistem buffer disebabkan dalam larutan sekarang terdapat NH4OH dan NH4Cl. Pada saat ini kurva titrasi berada pada daerah yang landai dan pH larutan ditentukan oleh pebandingan [NH4Cl]/[NH4OH].</p>
<p>Pada titik tengah titrasi yaitu setengah jumlah mol baik HCl dan NH4OH bereaksi maka [NH4Cl] akan sama dengan [NH4OH] akibatnya pH akan sama dengan pKb (ingat persamaan Henderson-Hasselbalch. Kb NH4OH adalah 10-5.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/persamaanHenderson-Hasselbalchasam.JPG" alt="" width="222" height="54" /></p>
<p>pH = pKb = 5</p>
<p>Pada saat titik ekuivalen dicapai maka dalam larutan sekarang hanya terdapat NH4Cl adalah garam dari asam kuat dan basa lemah sehingga dalam larutan akan terhidrolisis parsial dengan reaksi sebagai berikut:</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>NH4Cl  -&gt; NH4+  + Cl-</strong></span></p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>NH4+  + H2O  -&gt;  NH4OH  + H+</strong></span></p>
<p>Dalam larutan sekarang akan bersifat asam disebabkan terdapat H+ dari hidrolisis parsial NH4Cl. pH larutan dapat dihitung dengan persamaan:</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-71" title="rumushidrolisisasamlemah" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/rumushidrolisisasamlemah1.JPG" alt="rumushidrolisisasamlemah" width="171" height="63" /></p>
<p>[H+] = { (10exp-14/10exp-5) }exp1/2 . 0,05</p>
<p>[H+] = 7.07.10-6 M</p>
<p>pH = 5,15</p>
<p>karena pH pada titik ekuivalen titrasi NH4OH dengan HCl jatuh pada kisaran pH 5,15 maka <a href="http://kimiaanalisa.web.id/mencari-trayek-ph-indikator-untuk-titrasi-asam-basa ">indicator yang memenuhi trayek pH </a>ini adalah metil merah yang memiliki trayek pH 4,4 sampai dengan 6,2 atau juga bisa digunakan metil orange (MO) yang trayek pHnya 3,1 – 4,4.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>kurva titrasi asam basa</li><li>contoh basa lemah</li><li>basa lemah</li><li>grafik titrasi asam basa</li><li>nh4cl adalah</li><li>titrasi asam kuat basa lemah</li><li>nh4oh adalah</li><li>basa kuat dan lemah</li><li>titrasi asam kuat dan basa lemah</li><li>Titrasi Basa lemah dengan asam kuat</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-basa-lemah-vs-asam-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titrasi Asam Basa: Asam Lemah VS Basa Kuat</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-asam-lemah-vs-basa-kuat/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-asam-lemah-vs-basa-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 13:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titrasi Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[kurva titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[titrasi asam lemah vs basa kuat]]></category>
		<category><![CDATA[titrasi CH3COOH dan NaOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Asam lemah yang dicontohkan disini adalah asam asetat CH3COOH (biasanya kita singkat menjadi HOAc) dan dititrasi dengan basa kuat NaOH. Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut: HOAc  + NaOH   -&#62;  NaOAC   + H2O Dan kurva titrasi antara 0,1 M HOAc 50 mL dengan 0,1 M NaOH 50 mL dapat digambarkan sebagai berikut: Pada saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asam lemah yang dicontohkan disini adalah asam asetat CH3COOH (biasanya kita singkat menjadi HOAc) dan dititrasi dengan basa kuat NaOH. Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut:</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>HOAc  + NaOH   -&gt;  NaOAC   + H2O</strong></span></p>
<p>Dan kurva <a href="http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/ ">titrasi </a>antara 0,1 M HOAc 50 mL dengan 0,1 M NaOH 50 mL dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<div id="attachment_62" class="wp-caption aligncenter" style="width: 290px"><img class="size-full wp-image-62" title="kurvatitrasiasamlemahbasakuat" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/kurvatitrasiasamlemahbasakuat.JPG" alt="Kurva titrasi 0,1 M CH3COOH dengan 0,1 M NaOH" width="280" height="278" /><p class="wp-caption-text">Kurva titrasi 0,1 M CH3COOH dengan 0,1 M NaOH</p></div>
<p>Pada saat sebelum<a href="http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa "> titrasi </a>dalam Erlenmeyer hanya terdapat asam asetat. HOAc adalah asam lemah sehingga dalam laruta tidak terdisosiasi sempurna, dan untuk mencari konsentrasi H+ nya kita menggunaka rumus pH asam lemah. 0,1 M HOAc dengan volume 50 mL memiliki pH sekitar 3.</p>
<p>pH dihitung dengan rumus:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-63" title="rumusphasamlemah" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/phasamlemah.JPG" alt="rumusphasamlemah" width="129" height="53" /></p>
<p>Setelah titrasi dijalankan dengan penambahan sedikit demi sedikit NaOH maa dalam larutan akan terbentuk NaOAc sebagai hasil reaksi antara NaOH dan HOAc. Dalam larutan sekarang terdapat HOAc yang belum bereaksi serta NaOAc sehingga terbentuk sistem buffer. pH larutan pun sedikit demi sedikit beranjak naik sebagai fungsi perubahan perbandingan [OAc-]/[HOAc].</p>
<p>Penambahan 10 mL NaOH 0,1 M pada analit HOAc akan merubah pH larutan menjadi 4,3 (hitung pH dengan persamaan Henderson-Hasselbalch).</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-64" title="persamaanHenderson-Hasselbalchasam" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/persamaanHenderson-Hasselbalchasam.JPG" alt="persamaanHenderson-Hasselbalchasam" width="222" height="54" /></p>
<p>pH = 5 + log 0,0167/0,067</p>
<p>pH = 4,3</p>
<p>Pada titik tengah titrasi dimana setengah dari jumlah total mol baik NaOH dan HOAc telah bereaksi maka konsentrasi OAc- akan sama dengan konsentrasi HOAc ( [OAC-] = [HOAc] ) sehingga pH nya akan sama dengan pKa yaitu 5.</p>
<p><img src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/persamaanHenderson-Hasselbalchasam.JPG" alt="persamaanHenderson-Hasselbalchasam" /></p>
<p>pH = 5 + log 0,033/0,33</p>
<p>pH = 5</p>
<p>Pada titik ekuivalen, HOAc habis bereaksi dan sekarang kita mempunyai larutan NaOAc. NaOAc adalah garam yang dibangun dari basa kuat dan asam lemah, sehingga dalam air akan terhidrolisis sebagian dengan reaksi sebagai berikut:</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>NaOAc  -&gt;  Na+  +  OAc-</strong></span></p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>OAc-  + H2O    -&gt; HOAc + OH-</strong></span></p>
<p>Adanya OH- sebagai akibat hidrolisis parsial NaOAc akan menyebabkan pH larutan menjadi bersifat basa, sehingga pH pada titik ekuivalen titrasi asam lemah dan basa kuat adalah basa, dan pHnya ditentukan oleh konsentrasi NaOAc.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-65" title="rumusphhidrolisisbasa" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/rumusphhidrolisisbasa.JPG" alt="rumusphhidrolisisbasa" width="178" height="77" /></p>
<p>[OH-] = { (10exp-14/10exp-50 }exp1/2 . 0,05</p>
<p>[OH-] = 7.07.10-6 M</p>
<p>pOH = -log 7.07.10-6 M = 5,15</p>
<p>pH = 14 – 5,15 = 8,85</p>
<p>Jadi pH larutan pada saat titik ekuivalen adalah 8,85. pH ini adalah berada pada trayek pH indicator pp oleh sebab itu titrasi asam asetat dengan NaOH dipakai indicator pp. Jika indicator MO dipakai maka warnanya akan berubah begitu titrasi dimulai dan secara gradual berubah menjadi warna pada kondisi basa pada sekitar pH diatas 6 sebelum titik akhir titrasi di capai. Oleh sebab itulah maka indicator titrasi asam lemah yang diapaki adalah <a href="http://kimiaanalisa.web.id/mencari-trayek-ph-indikator-untuk-titrasi-asam-basa ">indicator yang memiliki transisi perubahan warna</a> pada kisaran pH 7 sampai 10 dan indicator pp memenuhi kriteria ini.</p>
<p>Dengan penambahan NaOH maka OH- dari hasil hidrolisis NaOAc dapat diabaikan sebab OH- dari NaOH yang akan mendominasi. Oleh sebab itu adanya penambahan NaOH maka pHnya ditentukan oleh konsentrasi OH- dari NaOH dengan demikian pHnya semakin naik ke pH basa.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>titrasi asam lemah dengan basa kuat</li><li>rumus titrasi asam basa</li><li>titrasi asam lemah dan basa kuat</li><li>asam lemah</li><li>titrasi asam lemah basa kuat</li><li>kurva titrasi asam kuat basa lemah</li><li>kurva titrasi asam lemah dan basa kuat</li><li>asam lemah dan basa kuat</li><li>kurva titrasi asam lemah basa kuat</li><li>asam lemah basa kuat</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-asam-lemah-vs-basa-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titrasi Asam Basa: Asam Kuat VS Basa Kuat</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-asam-kuat-vs-basa-kuat/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-asam-kuat-vs-basa-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 13:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titrasi Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[kurva titrasi]]></category>
		<category><![CDATA[titrasi asam kuat vs basa kuat]]></category>
		<category><![CDATA[titrasi HCl dan NaOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Titrasi asam basa melibatkan reaksi neutralisasi dimana asam akan bereaksi dengan basa dalam jumlah yang ekuivalen. Titran yang dipakai dalam titrasi asam basa selalu asam kuat atau basa kuat. Titik akhir titrasi mudah diketahui dengan membuat kurva titrasi yaitu plot antara pH larutan sebagai fungsi dari volume titran yang ditambahkan. Sebagai contoh titrasi asam kuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa ">Titrasi asam basa</a> melibatkan reaksi neutralisasi dimana asam akan bereaksi dengan basa dalam jumlah yang ekuivalen. Titran yang dipakai dalam titrasi asam basa selalu asam kuat atau basa kuat. Titik akhir<a href="http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/ "> titrasi </a>mudah diketahui dengan membuat kurva titrasi yaitu plot antara pH larutan sebagai fungsi dari volume titran yang ditambahkan.</p>
<p>Sebagai contoh titrasi asam kuat dan basa kuat adalah titrasi HCl dengan NaOH. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong><span style="color: #333399;">HCl   +  NaOH   -&gt;   NaCl  + H2O</span></strong></p>
<p><strong><span style="color: #333399;">H+     +   OH-   -&gt;  H2O</span></strong></p>
<p>Reaksi umum yang terjadi pada titrasi asam basa dapat ditulis sesuai dengan reaksi kedua diatas. Ion H+ bereaksi dengan OH- membentuk H2O sehingga hasil akhir titrasi pada titik ekuivalen pH larutan adalah netral. Kurva titrasi antara 50 mL HCl 0,1 M dengan 50 mL NaOH 0,1 M dapat ditunjukkan dengan gambar berikut ini:</p>
<div id="attachment_58" class="wp-caption aligncenter" style="width: 289px"><img class="size-full wp-image-58" title="kurvatitrasiasamkuatbasakuat" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/kurvatitrasiasamkuatbasakuat.JPG" alt="Kurva Titrasi 0,1 M HCl dengan 0,1 M NaOH" width="279" height="303" /><p class="wp-caption-text">Kurva Titrasi 0,1 M HCl dengan 0,1 M NaOH</p></div>
<p>Pada awal sebelum titrasi berlangsung maka dalam Erlenmeyer hanya terdapat 0,1 M HCl shingga pH larutan adalah 1. Selanjutnya setelah proses titrasi berlangsung maka pH meningkat sedikit demi sedikit dikarenakan jumlah H+ yang semakin berkurang. Sebagai perbandingan saja jika 90% HCl telah bereaksi dengan NaOH maka konsentrasi H+ dalam larutan berkisar 5,3.10<sup>-3</sup> M dan pHnya adalah 2,3, dan secara gradual pHnya akan meningkat sampai pada saat titik ekuivalen diperoleh. Pada titik ekuivalen maka pH larutan adalah sama dengan 7, dalam larutan hanya terdapat NaCl dan H2O.</p>
<p>Penambahan NaOH selanjutnya akan membuat pH semakin meningkat dari konsentrasi 10-7 M untuk OH- hingga bisa mencapai 10-3 M  hanya dengan penambahan 5 mL NaOH saja.</p>
<p>Pada kurva titrasi diatas ditunjukkan 2 penggunaan indicator yaitu metil orange (MO) dan fenolthalein (PP). Untuk titrasi HCl dan NaOH diatas maka digunakan indicator pp disebabkan <a href="http://kimiaanalisa.web.id/mencari-trayek-ph-indikator-untuk-titrasi-asam-basa ">trayek pH indicator</a> pp adalah 8,3 – 10 dimana trayek pH ini adalah dekat dengan pH titik ekuivalen titrasi HCl-NaOH yaitu pada pH 7. Pemilihan indicator yang baik adalah setidak-tidaknya antara -1 pH titik ekuivalen sampai dengan +1 pH titik ekuivalen. Indikator lain yang bisa dipakai adalah Bromothymol blue.</p>
<p>Jika kita pergunakan indicator MO maka titik akhir titrasi akan terjadi terlebih dahulu sebelum titik ekuivalen tercapai. Hal ini tentu saja akan membuat perhitungan analisa kita jauh dari akurat.</p>
<p>Bila yang dipergunakan sebagai titer adalah HCl maka kurva titrasinya adalah kebalikan dari kurva titrasi HCl-NaOH diatas.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>titrasi asam kuat basa kuat</li><li>titrasi asam kuat dan basa kuat</li><li>contoh asam kuat</li><li>titrasi asam kuat dengan basa kuat</li><li>titrasi asam-basa</li><li>kurva titrasi asam kuat dan basa kuat</li><li>KURVA TITRASI ASAM KUAT BASA KUAT</li><li>titrasi asam dan basa</li><li>asam kuat</li><li>asam kuat dan basa kuat</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/titrasi-asam-basa-asam-kuat-vs-basa-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Trayek pH Indikator untuk Titrasi Asam Basa</title>
		<link>http://kimiaanalisa.web.id/mencari-trayek-ph-indikator-untuk-titrasi-asam-basa/</link>
		<comments>http://kimiaanalisa.web.id/mencari-trayek-ph-indikator-untuk-titrasi-asam-basa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 13:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indigomorie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titrasi Asam Basa]]></category>
		<category><![CDATA[fenolphtalein]]></category>
		<category><![CDATA[indikator asam basa]]></category>
		<category><![CDATA[indikator metil orange]]></category>
		<category><![CDATA[indikator titrasi asam basa]]></category>
		<category><![CDATA[metil merah]]></category>
		<category><![CDATA[trayek pH indikator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimiaanalisa.web.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Indikator untuk titrasi asam basa memegang peranan yang amat penting disebabkan indicator ini akan menunjukkan kita dimana titik akhir titrasi berlangsung. Pemilihan indicator yang tepat akan sangat membantu dalam keberhasilan titrasi yang akan kita lakukan. Jangan sampai kita salah memilih indicator yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam penentuan titik akhir titrasi. Untuk memilih indicator yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indikator untuk titrasi asam basa memegang peranan yang amat penting disebabkan indicator ini akan menunjukkan kita dimana titik akhir titrasi berlangsung. Pemilihan indicator yang tepat akan sangat membantu dalam keberhasilan titrasi yang akan kita lakukan. Jangan sampai kita salah memilih indicator yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam penentuan titik akhir titrasi.</p>
<p>Untuk memilih indicator yang akan dipakai pada titrasi asam basa maka terlebih dahulu kita harus memperhatikan trayek pH indicator tersebut. Misalkan kita memiliki indicator asam lemah HIn dimana bentuk takterionisasinya berwarna merah sedangkan bentuk terionisasinya berwarna kuning.</p>
<p><strong><span style="color: #333399;">HIn  &lt;-&gt;  H+   +  In-</span></strong></p>
<p>Merah               Kuning</p>
<p>Perubahan warna HIn terjadi pada kisaran pH tertentu. Perubahan ini tampak bergantung pada kejelihan penglihatan orang yang melakukan titrasi. Untuk warna indicator yang terjadi akibat terbentuknya dari transisi kedua warna (misal HIn berubah dari warna merah ke kuning maka kemungkinan warna transisinya adalah oranye), maka umumnya hanya satu warna yang akan teramati jika perbandingan kedua konsentrasi adalah 10:1 jadi hanya warna dengan konsentrasi yang paling tinggi yang akan terlihat.</p>
<p>Sebagai contoh jika hanya warna kuning yang terlihat maka konsentrasi [In-]/[HIn] = 10/1 dan jika kita masukkan ke persamaan Henderson-Hasselbalch diperoleh</p>
<p><strong>pH = pKa + log 10/1 = pKa + 1</strong></p>
<p>dan jika hanya warna merah yang terlihat maka konsentrasi [In]/HIn] = 1/10 sehingga:</p>
<p><strong>pH = pKa + log 1/10 = pKa – 1</strong></p>
<p>Jadi pH indicator akan berubah dari kisaran warna yang satu dengan yang lain adalah berkisar antara pKa-1 sampai dengan pKa + 1, dan pada titik tengah daerah transisi perubahan warna indicator konsentrasi [In-] akan sama dengan [HIn] oleh sebab itu pH = pKa.</p>
<p>Dengan demikian kita dapat memilih suatu indicator dengan cara mimilih indicator yang nilai pKa-nya adalah mendekati nilai pH pada titik ekuivalen atau untuk pH indicator dari basa lemah nilai pKb-nya yang mendekati nilai pH ekuivalen. Contoh indicator pp yang dipakai untuk titrasi asam kuat dan basa kuat atau asam lemah dan basa kuat, indikato metil merah yang dipakai untuk titrasi basa lemah dan asam kuat.</p>
<p>Beberapa contoh indicator dan perubahan warnanya adalah sebagai berikut: (sumber: wikipedia.org).</p>
<div id="attachment_54" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-54" title="trayekphindikator" src="http://kimiaanalisa.web.id/wp-content/uploads/2009/09/trayekphindikator.JPG" alt="Trayek pH Indikator Asam Basa dan Transisi Perubahan Warnanya" width="450" height="562" /><p class="wp-caption-text">Trayek pH Indikator Asam Basa dan Transisi Perubahan Warnanya</p></div>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>indikator asam basa</li><li>trayek Ph</li><li>indikator pp</li><li>indikator ph</li><li>indikator titrasi</li><li>ph indikator</li><li>macam-macam indikator asam basa</li><li>titrasi asam basa mencari konsentrasi asam</li><li>indikator kimia</li><li>trayek indikator</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimiaanalisa.web.id/mencari-trayek-ph-indikator-untuk-titrasi-asam-basa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

