Apabila nantinya kamu menjadi staff laboratorium atau apa aja yang kerjanya sering di laboratorium dan kamu sering melakukan titrasi dengan titran dan analit yang sama, maka ada baiknya kamu menentukan “titer” agar perhitungan kamu menjadi lebih mudah dan cepat.
Titer didefinisikan sebagai:
Berat analit (biasanya dalam satuan milligram) yang akan bereaksi dengan 1 mL titran
Sebagai contoh bila larutan natrium hidroksida NaOH memiliki titer 3,65 mg HCl maka artinya tiap 1 mL larutan standar NaOH yang anda gunakan untuk menitrasi HCl akan tepat bereaksi dengan 3,65 mg HCl. Jika titrasi memerlukan 5 mL NaOH maka HCl yang bereaksi adalah 18,25 mg.
Satuan titer dapat kita ganti dengan berbagai macam satuan tergantung keperluan kita seperti gram, atau mol dan sebagainya. Besar kecilnya nilai titer tergantung pada besar konsentrasi larutan standar. Titer 0,1 N NaOH dan 0,2 N NaOH terhadap HCl diatas tentu saja berbeda, jadi besarnya titer tergantung pada berapa konsentrasi larutan standar yang kita gunakan sehari-hari. Tentu saja penggunaan istilah titer hanya untuk nilai kepraktisan dalam perhitungan titrasi.
Untuk melihat berbagai macam soal tentang titer kamu dapat melihatnya disini.
- Mencari Nilai Titer AgNO3 dalam Bentuk mg Br/mL
- Menentukan Bilangan Titer K2Cr2O7 Dalam Bentuk Fe3O4
- Mencari Nilai Titer EDTA dalam Bentuk BaO
Incoming search terms:
- titer adalah
- pengertian titik isobestik
- titer kimia
- apa yang di maksud dengan titer pada kimia
- contoh larutan titer
- praktikum titrasi cerimetri
- apa itu titer dalam titrasi
- satuan titer
- pengertian titer dalam titrasi
- penentuan konsentrasi merah metil pada titik isobestik


